Jumat, 28 Mei 2010

TERNAK KELINCI DAPAT MENAMBAH PENDAPATAN RUMAH TANGGA

CARA BETERNAK KELINCI
Ternak kelinci merupakan salah satu ternak yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, saya mengatakan demikian karena kelinci dapat memanfaatkan limbah dari rumah tangga dan hasil sisa pertanian. Bagi masyarakat yang ingin beternak kelinci di bawah ini saya akan menguraikan lebih jelas mengenai cara beternak kelinci dengan baik demi memenuhi kebutuhan rumah tengga.
Adapun alasan mengapa kelinci mempunyai nilai ekonomis, yaitu:
a. Pemeliharaan dan perawatannya mudah
b. Tidak membutuhkan lahan yang luar
c. Biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar
d. Ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah
e. Ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian
f. Termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran
g. Hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan
Berikut beberapa hal yang harus mendapat perhatian sebelum anda memulai beternak kelinci :
a. Pemilihan lokasi
Pemilihan lokasi ternak kelinci banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya :
- Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber pakan (areal tanaman sayur, pasar sayur, atau pasar–pasar secara umum)
- Lokasi dekat dengan daerah pemasaran. Namun hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah punya komunitas atau paguyuban
- Temperatur atau suhu ideal antara 15-25C
- Sebisa mungkin diusahakan lokasi kandang dekat dengan aliran sungai dan jauh dari permukiman penduduk
- Lokasi aman dari binatang buas atau pencuri
b. Memilih bibit
Kriteria berikut bisa dijadikan pedoman untuk memilih bibit kelinci :
- Induk diketahui tetuanya atau dengan kata lain calon induk mempunyai catatan produksi (jumlah anak perkelahiran, daya tumbuh, dll) dan catatan reproduksi (servis per conception, fertilitas, keadaan alat reproduksi dll)
- Induk mempunyai putting susu lebih dari 8 buah
- Tingkah laku tidak nervous dan mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang
- Kondisi fisik yang normal seperti badan sehat, mata bersinar, bulu yang bersih dan tidak kusut, telinga tegak tidak pepleh, dan lain sebagainya
c. Pakan
Banyak jenis tanaman dan sayuran yang bisa diberikan kepada kelinci. Ynag penting adalah makanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci yang harapannya adalah ternak tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan menampilkan catatan produksi yang baik sehingga memberi keuntungan pada kita. Di antara komposisi ransum ternak kelinci yang bisa dipakai acuan adalah pakan terdiri dari konsentrat 50 gram untuk kelinci pertumbuhan dan penggemukan, 70 gram untuk induk bunting, 150-200 gram untuk induk menyusui, sedang rumput diberikan secara ad libitum (tak terbatas).
d. Reproduksi
Aspek reproduksi memegang peranan penting dalam rangka pertambahan jumlah populasi. Ternak kelinci termasuk dalah satu jenis ternak prolific artinya mampu beranak banyak per kelahiran. Ada beberapa kiat agar ternak kelinci mempunyai catatan reproduksi yang baik :
- Umur pertama kali dikawinkan berkisar antara 5-6 bulan
- Memilih waktu kawin pagi hari atau sore hari
- Imbangan sex ratio adalah 1:10, artinya seekor pejantan melayani 10 ekor induk
- Perkawinan kembali setelah beranak. Apabila yang diharapkan dari ternak kelinci adalah bakalan maka induk bisa dikawinkan 7-10 hari setelah beranak. Tapi apabila yang diinginkan nnatinya adalah sebagai ternak pengganti (stock replacement) maka sebaiknya induk dikawinkan kembali 40-45 hari setelah beranak atau setelah anak-anak lepas sapih
e. Kandang
Berfungsi untuk melindungi kelinci dari pengaruh luar seperti cuaca buruk, binatang buas dan pencuri. Ternak kelinci bisa dipelihara secara koloni dan individual. Namun menurut pengalaman dan pengamatan bahwa kelinci-kelinci yang dikandangkan akan lebih mudah pengawasan, dan penanganannya. Memang tidak ada standar baku dalam membuat kandang kelinci. Intinya adalah kelinci tersebut merasa nyaman tinggal didalamnya sehingga akan menampilkan produksi terbaiknya. Tapi perlu diingat pula tentang biaya pembuatannya, jangan sampai modal nanti habis hanya untuk membuat kandang. Tetapi tidak salah kalau anda mencoba ukuran yang sering digunakan orang yaitu dengan ukuran PxLxT = 90×60x60 cm. apabila dalam sarang tersebut akan diletakkan sarang maka ukuran sarang berkisar PxLxT = 40×30x30cm.

SELAMAT MENCOBA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar